5.10.11

Oase Pencarian Cinta

 

 Penulis  Ata Fauzun Binti Saif ,.,


Seorang gadis..14 tahun.. telah lama menyimpan begitu banyak pertanyaan mengenai cinta..ketika ia mulai menyadari bahwa dirinya bukan lagi seorang anak kecil, Ia ingin sekali tau bagaimana rasanya “jatuh cinta”..


Maka,,Hal pertama yang dilakukannya adalah..memandang satu persatu teman lawan jenisnya..berharap mendapat sinyal2 bening yang dapat menggetarkan hatinya..Karna seperti yang ia ketahui saat itu..cinta adalah merasakan getaran-getaran aneh ketika melihat seorang lelaki..tetapi hingga ia berusia 17 tahun..tak ada satupun lelaki yang dapat menarik perhatiannya. Ia terdiam..menyepi dalam suatu tempat sambil terus memikirkan mengapa aku belum saja menemui pangeranku???mengapa aku belum juga jatuh cinta??mengapa aku masih saja tak mengerti apa itu cinta??


Tak ada yang ia lakukan selain bertubi-tubi melontarkan pertanyaan pada dirinya sendiri. Ia tak berani mengungkapkan apa yang ia rasakan..ia terus mengubur dalam2 kegalauan hatinya..
 Hingga suatu saat,,  ia tak sanggup lagi menelan kepahitan itu sendiri..pahit rasanya menyimpan berbagai pertanyaan yang belum pernah terjawab..berat rasanya menyimpan soal-soal rumit yang belum terpecahkan..
Ia mulai memainkan jari-jemarinya di atas keyboard..menulis perasaannya dengan penuh kehati-hatian..berharap ada seseorang yang mampu menjelaskan penyebab dirinya belum pernah merasakan karunia Tuhan yang dinamakan CINTA..


......................................................................................................................................................
Apa itu cinta??cinta itu apa??memang sering qu dengar devinisinya..kerap qu simak  ceritanya..tak jarang qu lihat “aksi” dari seseorang yang sedang jatuh cinta..tapi, sampai saat ini qu belum pernah “mencicipi” rasanya.
Tentu saja cinta yang ku maksud adalah cinta terhadap kaum adam..yang selalu digandrungi para remaja zaman sekarang..yang tak pernah lepas dari pembicaraan wanita seumuran qu..
18 tahun..


Mungkin bagi sebagian orang (masyarakat pedesaan), usia itu sudah layak untuk menjalin kehidupan rumah tangga,,membina keluarga,,menjadi seorang ibu seutuhnya..atau paling tidak memiliki seorang kekasih yang mendampingi kesendiriannya..

Tapi bagaimana denganqu??aq sendiri juga bingung..mengapa sampai saat ini , belum pernah qu rasakan getaran halus dalam hati utk seorang kaum adam..


Ya,mungkin pernah sesekali qu rasakan..namun, tak pernah berlangsung lama.
Mungkin hanya berlangsung selama dua atau tiga hari. atau paling lama seminggu...dan qu simpulkan bahwa getaran itu bukanlah rasa cinta ,,itu hanyalah sekedar rasa suka..
Diam2 qu pelajari karakter kawan-kawanqu yang tengah berada dalam puncak asmara. Qu tanyakan pada mereka,”Perasaan apa sih yang kamu rasakan utk si dia?”,mengapa sampai bertahan lama?”apa yang membuatmu terus menyimpan “rasa” itu??


Dan jawaban yang ku temukan pun berbeda. Ada yang bilang,”qu merasa tenang dan nyaman bila berada di sisinya, qu tag bisa jauh dari pandangannya,,qu ingin selalu berada di dekatnya”...itulah jawaban yang biasa qu dengar.
Lagi2 aq bertanya,,”mengapa “rasa” yang mereka rasakan selalu bertahan lama??” sedangkan aqu hanya berlangsung beberapa hari saja..adakah yang salah dengan diriqu??qu rasa aq juga masie normal,,aq masie menyukai lawan jenis..tapi mengapa hanya untuk sesaat..”


Terkadang lubuk hatiku lah yang menjawab..”kamu harusnya bersyukur..kamu tak akan pernah merasakan sakitnya cinta yang bertepuk sebelah tangan..karna resiko orang yang mencintai adalah,,kalau tidak ditolak ya diterima..’’dan mungkin orang yang kamu cinta itu tidak akan pernah menyadari bahwa dirimu mencintainya. Karna pasti kamu takkan pernah berani mengungkapkannya”...
Aqu mencoba menenangkan diriqu..menghibur kegelisahanqu,,mengubur kekhawatiranqu..mengapa sampai sedewasa ini qu blm pernah mengenal “cinta”??


Pernah suatu kali qu beranikan diri tuk bertanya pada salah seorang kawanqu,”sobat,qu rasa setiap org yang berumuran sperti kita2 ini selalu saja ada orang yang spesial di hatinya..lalu mengapa aq tidak?mengapa aq merasa tak pernah mencintai seseorang utk waktu yang lama??”


Tampaknya sahabatku itu belum memahami betapa penasarannya aqu terhadap rasa “cinta”.. ia hanya menjawab pertanyaanqu dgn singkat..”mungkin kamu tidak prnah memupuk rasa cintamu terhadap orang itu”..
Aqu mengernyitkan dahi,,memupuk??apakah cinta butuh dipupuk??bukankah kalau sudah terlanjur cinta pada seseorang pasti cinta itu akan terpupuk dengan sendirinya??Tetap saja banyak pertanyaan muncul dalam benakqu..dan terus menerus mendorong rasa ingin tahuqu..


Hmm,, padahal tak jarang aq melihat,,kawan2qu menangis dan terluka karna “cinta”..meratapi nasib dirinya karna tak mendapatkan “cinta”nya..tak mempunyai gairah hidup karna sang “cinta” pergi meninggalkannya..
Lantas, mengapa aq tetap ingin mengetahui dan merasakan “rasa” itu??

Ya Rabb..jika suatu hari nanti qu jatuh cinta..hamba mohon..labuhkanlah cinta hamba ini pada seseorang yang melabuhkan cintaNya kepadaMu..jganlah Engkau biarkan hambaMu ini mencintai seseorang yang salah...Biarlah cintanya kepadaMu yang membuat hamba menjadi semakin yakin akan adanya cintaMu...



Ya Rahman...Bila memang hamba ditakdirkan untuk tidak pernah merasakan jatuh cinta selama masa remaja, hamba mohon keikhlasan hati..Hamba ingin Engkau memberi hamba kesempatan untuk jatuh cinta pada pendamping hidupqu kelak..Supaya ia menjadi cinta pertama dan terakhir hamba..tentu saja untuk kategori manusia biasa..

Ya Rahiim..bila suatu saat hamba jatuh cinta,jangan biarkan cinta hamba padanya melebihi rasa cintaqu kpdaMu dan RasulMu...biarlah ia menjadi cintaqu yang ketiga..hamba ingin tetap menempatkan “cinta” hamba pda makhluqMu pada persinggahan yang sesuai..yang tak mengesampingkan adanya DiriMu dan KekasihMu,,Muhammad SAW...
Amin Amin Ya Rabb....

 Untuk Penulis Ata Fauzun Binti Saif, terima kasih banyak sudah berkenan menyumbangkan tulisannya untuk blog penerbit imtiyaz, moga pena da'wah cintanya bisa dinikmati lebih luas ^o^

No comments:
Write comments
'; (function() { var dsq = document.createElement('script'); dsq.type = 'text/javascript'; dsq.async = true; dsq.src = '//' + disqus_shortname + '.disqus.com/embed.js'; (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(dsq); })();

-

Terbitan




Dgus dur dan sepakbola terbitan penerbit imityaz

ensiklopedia 22 aliran tasawwuf

Hilyah buku cerdas bahasa arab dan inggris

Dari Pesanteren untuk ummat terbitan penerbit imityaz

pengetahuan dasar alqur'an penerbit imityaz



Rasionalisasi Tuhan