4.12.11

Asa dalam Masa dan Rasa dalam Massa

 


satu pagi di ranah itu
berpadu kata serta mata
bergelut memerangi rasa
berkutat sorot dan sirat

muramnya jelita
memancarkan kekuatan
membutakan mata
menyiratkan keindahan
melumas indera
menghantarkan kelembutan
menggetarkan jiwa

senyum nan rupawan
menegaskan kearifan
memasok mutiara hitam
menghanyutkan rasa dan raga

hampanya sang rupawan
mengisyaratkan luka
tegapnya mengalpakannya
kedipannya menandakan harapan
meski dengan luka

ia seakan baja berhati lembut
benteng tempat berlindung
pagar pembatas
kompas pengarah
peta segala rasa

akhirnya siluet kembali menyapa
tersenyum mendekat dan berkata
"tak ada masa tanpa asa, dan tak ada massa tanpa rasa "
tak lama mega pun menenggelamkannya dengan lambaian tangan
serta bisikkan yang tak terdengar namun terasa.

Penulis Khilmatushofa Ok

No comments:
Write comments
'; (function() { var dsq = document.createElement('script'); dsq.type = 'text/javascript'; dsq.async = true; dsq.src = '//' + disqus_shortname + '.disqus.com/embed.js'; (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(dsq); })();

-

Terbitan




Dgus dur dan sepakbola terbitan penerbit imityaz

ensiklopedia 22 aliran tasawwuf

Hilyah buku cerdas bahasa arab dan inggris

Dari Pesanteren untuk ummat terbitan penerbit imityaz

pengetahuan dasar alqur'an penerbit imityaz



Rasionalisasi Tuhan