15.12.11

Gulita Yang Pekat

 

Gulita mencengkramku kuat,
membawaku pada tempat yang tak bertempat,
memaksaku tuk melihat?
Pekat!!
Itulah yang ku dapat!

Terus dan terus,
ku terjebak dalam gelap arus,
diam,ku menatap lurus.
Namun gelap pekat tetap membius!
Ku pun terjebak waktu menggerus...
Layaknya pohon pinus,
ku pun terdiam terpaku terpuruk dan harapanku terputus

hanya sebuah kata,itu yang ku punya,
ketika diri ini terjebak lara,
terkurung dalam gelap pekat masa,
merana...
Sendiri hadapi kesunyian senja,
yang melesat begitu ku keterperosok di lembah rasa

Penulis Watch-u Inartistic

No comments:
Write comments
'; (function() { var dsq = document.createElement('script'); dsq.type = 'text/javascript'; dsq.async = true; dsq.src = '//' + disqus_shortname + '.disqus.com/embed.js'; (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(dsq); })();

-

Terbitan




Dgus dur dan sepakbola terbitan penerbit imityaz

ensiklopedia 22 aliran tasawwuf

Hilyah buku cerdas bahasa arab dan inggris

Dari Pesanteren untuk ummat terbitan penerbit imityaz

pengetahuan dasar alqur'an penerbit imityaz



Rasionalisasi Tuhan