1.1.12

Rindu Ridho Musing

 

  Tidakkah kau bersedih perih karena rambatan hidupmu belum sepenuhnya mencapai kasih sayang dan pengampunan-Nya yang sejati?"




Temaram mulai mencekam ruang
bagaikan air mengikis tulang
dan sayup dingin tak segan datang
menusuk raga tak berkarang
Lantas harus kemanakah mengadu rasa yang berkubang?
Aku tak kuasa menahan asa yang tengah mengambang
Menjerit perih dan pedih dalam hati yang lalu-lalang
bagaikan goresan pisau yang terhempas dan menghujam ke dada lapang
Ya, Robbi. Akankah detikan tega menyisakan lara yang luas meradang?
Akankah ridho-Mu menggelayuti senonohku yang sebagai penghalang?
Diri ini sungguh tak layak tuk membangkang
dan tak seharusnya kuterjang apa yang telah dilarang
Lalu, akankah kudapatkan dari-Mu belaian dan kasih sayang?
Sudah tentu kumengharapkannya tanpa sedetikpun terbuang
Begitulah terpatri tanda-tanda agung-Mu yang jelas terpampang
Serta cipta kisah hitam-putihku di Lauhul Mahfudz-Mu yang tertulis gamblang 


Malam Malang, 2012 in its first step, 1O:43 PM  
Sinteside by: Nur Afifatul Fidiah dan Endah Kusumawati
Posted by Penerbit imtiyaz,http://imtiyaz-publisher.blogspot.com/

No comments:
Write comments
'; (function() { var dsq = document.createElement('script'); dsq.type = 'text/javascript'; dsq.async = true; dsq.src = '//' + disqus_shortname + '.disqus.com/embed.js'; (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(dsq); })();

-

Terbitan




Dgus dur dan sepakbola terbitan penerbit imityaz

ensiklopedia 22 aliran tasawwuf

Hilyah buku cerdas bahasa arab dan inggris

Dari Pesanteren untuk ummat terbitan penerbit imityaz

pengetahuan dasar alqur'an penerbit imityaz



Rasionalisasi Tuhan