7.12.12

Hati Tulus Sang Nenek

 


Di Sumenep, ada seorang nenek tua yang setiap pagi hingga dzuhur berjualan di pasar. Perempuan uzur ini istiqamah shalat dzuhur berjamaah di masjid besar tak jauh dari pasar. Setelah shalat, ia selalu membersihkan guguran daun pohon beringin yang tumbuh di halaman masjid. Uniknya, ia tak menggunakan sapu, tapi memunguti dedaunan yang gugur itu satu persatu lalu memasukkannya ke keranjang sampah. Terbungkuk-bungkuk ia menjalaninya.
Pernah suatu ketika masyarakat yang kasihan terhadap perempuan tua itu, menyapu bersih guguran dedaunan itu beberapa saat sebelum si nenek datang. Tak disangka, saat tiba, nenek tua itu terlihat kurang senang dan meminta agar mereja membiarkannya melakukan kebiasaan lamanya.
Akhirnya masyarakat 'wadul' ke seorang kiai dan memintanya merayu perempuan uzur itu agar menghentikan kebiasaanya. Biarlah tugas bersih-bersih dilakukan oleh takmir. Demikian usul warga.
Besoknya, kiai menjumpai nenek.
"Nek, biarlah takmir masjid...
yang menyapunya. Masyarakat kasihan melihat nenek."
"Kiai, mohon maaf, saya tetap ingin menjalani ini sampai akhir hayat saya."
"Mengapa nenek bersikeras melakukannya?"
"Saya punya alasan khusus, kiai. Tapi jangan bercerita kepada siapapun saat saya masih hidup. Jika saya sudah meninggal, itu bukan rahasia. Terserah kiai."
Nenek menghela nafas, lalu "Saya hanya wanita tua yang bodoh. Amal-amal saya sedikit. Saya tidak mungkin selamat pada hari kiamat dan di akhirat tanpa mendapat syafaat Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Setiap kali saya mengambil selembar daun, saya bershalawat kepada Rasulullah. Kelak di akhirat, saya ingin Kanjeng Nabi menjemput saya. Memberi syafaat kepada saya. Biarlah semua dedaunan itu bersaksi bahwa saya telah membacakan shalawat kepad beliau."
--
Kisah ini disampaikan oleh "Si Celurit Emas" D. Zawawi Imron. Narasi yang lebih bagus disampaikan oleh Jalaluddin Rahmat dalam pengantar buku "Sate Rohani dari Madura" (buku ini telah lenyap dari rak saya!).
Narasi di atas hanya berdasarka
n ingatan saya: sebagai perawi yang tidak tsiqoh dan tidak dhobit :-P
Posted by Penerbit imtiyaz,http://imtiyaz-publisher.blogspot.com/Penerbit Buku Buku Islam

No comments:
Write comments
'; (function() { var dsq = document.createElement('script'); dsq.type = 'text/javascript'; dsq.async = true; dsq.src = '//' + disqus_shortname + '.disqus.com/embed.js'; (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(dsq); })();

-

Terbitan




Dgus dur dan sepakbola terbitan penerbit imityaz

ensiklopedia 22 aliran tasawwuf

Hilyah buku cerdas bahasa arab dan inggris

Dari Pesanteren untuk ummat terbitan penerbit imityaz

pengetahuan dasar alqur'an penerbit imityaz



Rasionalisasi Tuhan