27.5.13

3 Pahlawan Dokumentasi

 

Ada tiga orang penyelamat dokumen-arsip alias dokumentator yang saya kagumi:

Pertama, Des Alwi. Anak didik Bung Hatta dan Sutan Sjahrir ini dikenal gigih mendokumentasikan hal-hal yang berkaitan dengan sejarah bangsa Indonesia, khususnya saat era revolusi fisik. Selain menjadi pelaku sejarah, ketekunannya mengumpulkan dokumentasi (foto, rekaman suara, dan rekaman gambar), maupun mendokumentasikan aspek-aspek yang bagi orang lain remeh, membuat pria kelahiran Banda Neira ini menjadi salah satu referensi terpercaya bagi peneliti dan pengkaji sejarah.

Kedua, HB Jassin. Paus sastra Indonesia ini dengan tekun menyimpan karya-karya sastrawan Indonesia era Hindia Belanda hingga era Orde Baru. Baik yang sudah berbentuk buku, kliping media massa, bahkan sekadar catatan-catatan tulisan tangan yang berserak. Pusat Dokumentasi HB Jassin adalah bukti ketekunannya. Sayang, minimnya perhatian pemerintah terhadap "harta karun intelektual" yang ia tinggalkan ini membuat nasih ratusan ribu dokumen-arsip merana, persis nasib perpustakaan Bung Hatta!

Ketiga, KH. Abdul Aziz Masyhuri. Kegigihan Pengasuh PP. Al-Aziziyyah Denanyar Jombang ini dalam mendokumentasikan arsip NU dan banomnya pantas diapresiasi. Beliau dengan tekun mengumpulkan hasil Bahtsul Masail NU saat Munas, Konbes maupun Muktamar NU dari masa ke masa hingga terbit menjadi buku Ahkamul Fuqaha setebal hampir 1000 hlm. Begitu pula yang beliau lakukan dengan menghimpun hasil bahtsul masail Jamiyyah Ahlit Thariqah al-Mu'tabarah an-Nahdliyyah dari Muktamar ke Muktamar. Kedua buku ini diterbitkan Khalista. Ini belum keuletan beliau yang dengan tekun menulis buku dengan beragam topik. Setidaknya, lebih dari 100 judul buku yang telah beliau himpun, sunting, tulis, atau diterjemahkan....

Bagi saya, ketiganya adalah pionir yang menjaga denyut nadi ingatan manusia agar terus berjuang melawan lupa. Selain itu ada pula beberapa filolog yang berusaha menyelamatkan naskah-naskah kuno Nusantara dengan mendigitalisasi, menyadur, dan menerjemahkan. Capaian ini dilakoni, di antaranya oleh Prof Nabilah Lubis, Prof Nurhayati, Dr Oman Fathurrahman, Dr Amiq Ahyad, hingga (new comer) Ahmad Baso!

Upaya yang dilakoni mereka memang tidak mudah di tengah ketidakpedulian bangsa kita terhadap arsip-dokumentasi-manuskrip. Padahal ketiganya merupakan perekam dinamika zaman sekaligus penanda kemajuan intelektual dalam kurun tertentu!
---
Di atas patas Mila jurusan Jember-Surabaya.
Posted by Penerbit imtiyaz,http://imtiyaz-publisher.blogspot.com/ Penerbit Buku Buku Islam

No comments:
Write comments
'; (function() { var dsq = document.createElement('script'); dsq.type = 'text/javascript'; dsq.async = true; dsq.src = '//' + disqus_shortname + '.disqus.com/embed.js'; (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(dsq); })();

-

Terbitan




Dgus dur dan sepakbola terbitan penerbit imityaz

ensiklopedia 22 aliran tasawwuf

Hilyah buku cerdas bahasa arab dan inggris

Dari Pesanteren untuk ummat terbitan penerbit imityaz

pengetahuan dasar alqur'an penerbit imityaz



Rasionalisasi Tuhan