5.7.13

teori Interaksionisme Simbolik

 

Mengapa menggunakan "akhy", "ana", "antum", dlsb?
Mengapa menggunakan sapaan khas: sahabat (PMII), rekan (IPNU), kawan (HMI), saudara/dulur (paguyuban/persaudaraan)?
Mengapa jamaah yang hadir di majelis taklim/pengajian hanya memakai sarung/kopyah/baju koko, sedangkan mubaligh memakai sorban?
Mengapa ada istilah santri-kiai, siswa-guru, jamaah-mursyid, dlsb?

Pernah mendengar teori Interaksionisme Simbolik, bukan? teori ini bisa mempreteli realitas sekitar kita secara kritis.
Intinya, pakde & bude, manusia ber-INTERAKSI memakai SIMBOL. Baik melalui istilah bahasa, gerak respon, & penampilan. George Herbert Mead adalah pelopor teori ini.

Di antara istilah kunci dari teori Interaksionisme simbolik adalah konsep "diri" (self). Dengan menjadikan "diri" sebagai subyek saat ber-INTERAKSI sosial, seseorang melihat dirinya sendiri sebagai subyek yang terpisah & berbeda dengan lainnya. Ia mendefinisikan dirinya sendiri dengan cara mengintsal konsep "Saya adalah....." dalam pikirannya. Dengan pola pikir ini ia membentuk citra diri sekaligus berinteraksi intens dengan kelompok yang sevisi-misi. Semakin intens berinteraksi, semakin mantap pula identifikasi jika dirinya berbeda dengan orang lain.

Akhirnya, istilah generik seperti akhi, ukhti, sahabat, kawan, saudara, kamerad, hingga rekan, telah menjadi SIMBOL KHAS & IDENTITAS kelompok tertentu. Adanya interaksi simbolik ini telah memunculkan makna khusus & menimbulkan interpretasi.

Masih bingung? begini, besok silahkan datang ke kantor pemerintahan. Datanglah menggunakan SEPEDA MOTOR, besoknya lagi datanglah menggunakan MOBIL. Ada perbedaan mendasar ketika satpam menyapa anda saat naik SEPEDA MOTOR dengan tatkala anda naik MOBIL. Lihat gestur dan raut wajahnya!

Atau, datanglah ke pondok pesantren memakai baju punk, besoknya lagi memakai gamis & bersorban. Rasakan bagaimana SIMBOL telah bekerja mempengaruhi mindset manusia!
---
Allahu A'lam
Posted by Penerbit imtiyaz,http://imtiyaz-publisher.blogspot.com/ Penerbit Buku Buku Islam

No comments:
Write comments
'; (function() { var dsq = document.createElement('script'); dsq.type = 'text/javascript'; dsq.async = true; dsq.src = '//' + disqus_shortname + '.disqus.com/embed.js'; (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(dsq); })();

-

Terbitan




Dgus dur dan sepakbola terbitan penerbit imityaz

ensiklopedia 22 aliran tasawwuf

Hilyah buku cerdas bahasa arab dan inggris

Dari Pesanteren untuk ummat terbitan penerbit imityaz

pengetahuan dasar alqur'an penerbit imityaz



Rasionalisasi Tuhan