12.1.14

cukup sedikit sentimen dan bantuan mesiu, maka umat Islam akan sukarela baku bunuh!

 

Awalnya revolusi di Suriah hanya ekses dari musim semi Arab. Maklum, hampir di semua kawasan Arab, para pemimpinnya terlalu lama duduk di kursi kekuasaan hingga bingung bagaimana harus turun.

Free Syrian Army (FSA), akhirnya menjadi oposisi yang melawan kuasa Basyar Assad. Pokoknya, dia harus turun agar demokratisasi berjalan sesuai harapan FSA yang didukung Barat. Kebetulan, dalam cita-cita menumbangkan Basyar, FSA punya persamaan dengan Jabhat an-Nushrah (JN), kelompok Salafi Jihadi. FSA yang sekuler bahu membahu dengan JN yang "Islamis". Tapi beberapa insiden di lapangan membuktikan jika keduanya sudah berbeda tujuan sejak awal karena JN hanya mau mendirikan Negara Islam di bumi Syam.
JN muncul sejak Desember 2011 dibawah komando Abu Muhammad al-Golani, yang setelah lolos dari penjara Suriah, langsung menyusup ke Iraq dengan menghubungi kontak lamanya, Abu Bakar al-Baghdadi, Amir Dawlah Islamiyah Iraq alias Islamic State Of Iraq (ISI).

Oleh Baghdadi, Golani diberi suplai logistik agar membuat organisasi cangkokan al-Qaidah. Resmilah JN berdiri, anggotanya membludak. Beberapa kota jatuh ke tangan mereka hingga akhirnya al-Baghdadi sendiri yang turun medan di Suriah. Milisi ISI dari Iraq disusupkan dan digabungkan dengan Jabhat an-Nushrah. Merger ini dinamakan Islamic State in Iraq and the Levant (ISIL) alias ad-Dawlah al-Islamiyyah fil Iraq was Syam (DA'ISY).

ISIL ini sel baru yang menjadi gerakan sentral Islamis di Suriah. Jaringan yang dimiliki al-Baghdadi membuatnya mampu merekrut Jihadis Internasional di bawah komandonya. Milisi mancanegara berdatangan di sana, termasuk dari Indonesia.

Adapun Abu Muhammad al-Golani yang tersingkir dengan sisa pengikutnya di Jabhat an-Nushrah akhirnya berbalik melawan ISIL. Di kubu lain, FSA semakin gencar bertarung dengan ISIL, demikian pula penduduk daerah yang "sumpek" dengan sistem hukum keras yang ditawarkan metamorfosis organ Tawhid wal Jihad itu. Akhirnya, organisasi ini menjadi musuh bersama, selain Basyar Assad, tentunya.

Demikianlah, pertempuran sengit antara ISIL dengan kelompok bersenjata lainnya di Suriah, yang HANYA dalam waktu satu minggu ini, telah merenggut 500 nyawa. Ini cuma pertarungan antar kubu oposisi. Belum hitungan versus serdadu pemerintah, maupun jumlah korban baku bunuh milisi pemberontak melawan Hizbullah Lebanon yang "diperbantukan" oleh Iran di Suriah.

Dan.....benar, tak perlu menggelorakan Perang Salib, cukup sedikit sentimen dan bantuan mesiu, maka umat Islam akan sukarela baku bunuh! 
Sukarela....Sukarela....Sukarela....Posted by Penerbit imtiyaz,http://imtiyaz-publisher.blogspot.com/ Penerbit Buku Buku Islam

No comments:
Write comments
'; (function() { var dsq = document.createElement('script'); dsq.type = 'text/javascript'; dsq.async = true; dsq.src = '//' + disqus_shortname + '.disqus.com/embed.js'; (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(dsq); })();

-

Terbitan




Dgus dur dan sepakbola terbitan penerbit imityaz

ensiklopedia 22 aliran tasawwuf

Hilyah buku cerdas bahasa arab dan inggris

Dari Pesanteren untuk ummat terbitan penerbit imityaz

pengetahuan dasar alqur'an penerbit imityaz



Rasionalisasi Tuhan