29.1.14

menang tidak merasa terhormat, kalah juga tidak merongrong harga diri

 

Bayangkan, panjenengan sebagai pesilat memasuki gelanggang pertandingan, di mana sportifitas menjadi kredo dan kehormatan adalah sikap. Semakin hebat dan ksatria lawan yang panjenengan hadapi, semakin terhormat manakala panjenengan bisa menyeimbanginya. Kalah menang tetap sama, terhormat.

Sayang, tak disangka, lawan yang panjenengan hadapi punya mentalitas pecundang yang menjijikkan: CELOMETAN dan CACI MAKI SEPANJANG PERTANDINGAN! Psy War? Bullshit!
Menghadapi lawan demikian, panjenengan akan sampai pada titik pikir: menghadapi orang kayak begini serba lucu. Kita menang tidak merasa terhormat, kalah juga tidak merongrong harga diri.
Ini sama halnya ketika panjenengan diskusi, seseru apapun, sepanas apapun, bagi saya etika tetap dijunjung tinggi. Jujur, saya kehilangan selera diskusi manakala lawan mengeluarkan taktik menjijikkan: rasis, merendahkan seseorang dengan bahasa sarkastik, menghina fisik, dan istilah kotor lain. Persis pesilat kemproh di atas. Dan, kejijikan saya semakin sempurna manakala tahu ia adalah pembela partai politik, berbasis agama pula!


Posted by Penerbit imtiyaz,http://imtiyaz-publisher.blogspot.com/ Penerbit Buku Buku Islam

No comments:
Write comments
'; (function() { var dsq = document.createElement('script'); dsq.type = 'text/javascript'; dsq.async = true; dsq.src = '//' + disqus_shortname + '.disqus.com/embed.js'; (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(dsq); })();

-

Terbitan




Dgus dur dan sepakbola terbitan penerbit imityaz

ensiklopedia 22 aliran tasawwuf

Hilyah buku cerdas bahasa arab dan inggris

Dari Pesanteren untuk ummat terbitan penerbit imityaz

pengetahuan dasar alqur'an penerbit imityaz



Rasionalisasi Tuhan