19.2.14

yang ikhlas ga lolos, yang lolos ga ikhlas #o#

 

Seorang kiai, sebut saja Kiai A, saat itu maju sebagai calon wakil (tidak perlu saya sebutkan menjadi calon wakil presiden, gubernur, walikota, atau bupati). Mengenai logistik, ia mengandalkan biaya dari kantongnya sendiri maupun dari sumbangan sahabatnya. Otomatis, biaya logistik juga terbatas.

Nah, setelah hampir tiga bulan bergerilya dan mensosialisasikan Kiai A ke publik, ketua tim sukses mulai surut semangatnya. Maklum dana terbatas. Ia lapor.
"Maaf Gus, kita sudah tiga bulan sosialisasi nama njenengan,"
"Iya. Alhamdulillah. Baik. Bagus...."
"Tapi dana semakin menipis gus. Ibaratnya kita ini sudah tiga bulan berada di hutan. Makanan sudah habis. Yang halal halal itu sudah nggak ada lagi. Tapi masih ada babi...ehm..."
Kiai A mulai menebak arah pembicaraan.
"Lalu?"
"Begini gus, ini ada konglomerat B yang siap menyumbang dana sekian, sekian...[jumlah yang lumayan]. pripun?"

"Menerima dana dari konglomerat B? Konglomerat hitam itu? Hmmmm, ya ogah, enggaklah. Lebih baik saya nggak 'jadi' saja daripada terima uang dari dia."

Dan....akhirnya kiai A inipun nggak terpilih. Maklum dana terbatas!


 Posted by Penerbit imtiyaz,http://imtiyaz-publisher.blogspot.com/ Penerbit Buku Buku Islam

No comments:
Write comments
'; (function() { var dsq = document.createElement('script'); dsq.type = 'text/javascript'; dsq.async = true; dsq.src = '//' + disqus_shortname + '.disqus.com/embed.js'; (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(dsq); })();

-

Terbitan




Dgus dur dan sepakbola terbitan penerbit imityaz

ensiklopedia 22 aliran tasawwuf

Hilyah buku cerdas bahasa arab dan inggris

Dari Pesanteren untuk ummat terbitan penerbit imityaz

pengetahuan dasar alqur'an penerbit imityaz



Rasionalisasi Tuhan