29.1.15

wasiat Imam Abdullah bin Alawy Al-Haddad

 

Di antara sekian banyak wasiat Imam Abdullah bin Alawy Al-Haddad (rahimahullah ta'ala) dalam "Al-Washaya An-Nafi'ah" versi pdf hlm 36.
Hendaklah panjenengan semua bersikap rendah hati, yaitu dengan memandang sesama kaum beriman dengan pengagungan dan penghormatan serta kepada diri sendiri dengan perasaan rendah hati.
Hendaknya panjenengan juga bersikap ikhlas, yaitu dengan senantiasa mengharapkan keridaan Gusti Allah dan mengharapkan pahala-Nya semata, pada setiap kali melakukan kebaikan atau meninggalkan suatu keburukan. Sebab, barangsiapa melakukan suatu perintah Allah Subhanahu wa Ta'ala akan tetapi hatinya ingin mendapatkan kedudukan di sisi manusia atau mencari pujian atau menginkan harta maka ia termasuk orang yang berbuat riya'. Sedangkan sifat riya' dalam beramal akan membatalkan amal itu sendiri serta melenyapkan pahalanya.
Upayakanlah agar panjenengan berteman dengan mereka yang berakhlak mulia supaya bisa meneladani perilaku baiknya sekaligus menggali keuntungan dari perilaku dan ucapan mereka. Biasakan juga berkunjung kepada mereka yang masih hidup dan menziarahi mereka yang telah tiada dengan penuh keikhasan, penghormatan dan penghargaan supaya dengan demikian diperoleh manfaat dan limpahan keberkahan dari Allah subhanahu wa ta'ala kepada panjenengan semua dengan perantaraan mereka itu. Pada zaman ini (abad 10 hijriah), memang sedikit sekali manfaat yang dapat diperoleh dari oleh saleh, karena kurangnya penghormatan da lemahnya persangkaan yang baik terhadap mereka. Itu sebabnya kebanyakan orang pada zaman sekarang tidak memperoleh keberkahan dari orang2 saleh itu, dan tidak bisa menyaksikan berbagai peristiwa menakjubkan yang berasal dari kedudukan mereka yang telah memperoleh karamah dari Allah subhanahu wa ta'ala. Sedemikian rupa hingga mereka mengira pada zaman ini tiada lagi orang yang disebut wali. Dugaan demikian itu tidak benar. Alhamdulillah para wali masih cukup banyak baik yang tampak maupun tersembunyi. Hanya saja tidak ada yang bisa mengenali identitas itu kecuali orang-orang yang mendapatkan cahaya kebenaran dan kebesaran Allah dalam hatinya dan mereka yang berhusnus-dzan kepada mereka.
Hindarilah orang2 yang berakhlak buruk dan bermoral rendah. Jauhi bergaul dengan mereka karena dengan menjadikan mereka sahabat, maka hanya kerugian dan malapetaka yang akan panjenengan alami baik di dunia aupun di akherat. Pergaulan seperti itu yang membengkokkan sesuatu yang sudah lurus dan yang lebih parah lagi nengakibatkan rusaknya hati dan agama. Sungguh tepat apa yang dikatakan (oleh penyair): "...yang berkudis takkan menjadi sehat kembali akibat bergaul dengan yang sehat, tapi yang sehat mudah tertular penyakit akibat bergaul dengan yang berkudis"
Peliharalah hati panjenengan dari niatan atau bisikan-bisikan hati yang tercela dan bersihkanlah dari noda2 akhlak yang buruk, serta berusahalah mencegah keterlibatan anggota tubuh dalam aktivitas maksiat dan dosa.
****
Alon-alon mas kaji.
Semoga kita semua bisa mengamalkannya.
[Salam NU Garis Lucu]
Posted by Penerbit imtiyaz,http://imtiyaz-publisher.blogspot.com/ Penerbit Buku Buku Islam

No comments:
Write comments
'; (function() { var dsq = document.createElement('script'); dsq.type = 'text/javascript'; dsq.async = true; dsq.src = '//' + disqus_shortname + '.disqus.com/embed.js'; (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(dsq); })();

-

Terbitan




Dgus dur dan sepakbola terbitan penerbit imityaz

ensiklopedia 22 aliran tasawwuf

Hilyah buku cerdas bahasa arab dan inggris

Dari Pesanteren untuk ummat terbitan penerbit imityaz

pengetahuan dasar alqur'an penerbit imityaz



Rasionalisasi Tuhan