10.12.16

Metro TV dan Pidato Surya Paloh

 

Karena saya golput, maka saya nggak boikot-boikotan stasiun tv. Boikot karepmu, bekicot yo karepmu. Metro tv, stasiun yang banyak diributkan karena kabarnya "merugikan umat Islam" ini memang pendukung Jokowi di Pemilu 2014. Jokowi dan barisannya, kita tahu, juga dipersepsikan musuh islam. Jadi klop-lah, si brewok tuan Surya Paloh, bos Nasdem, menjadi diesel pendukung Jokowi sampai saat ini.
Residu Pilpres 2014 yang tersisa turut terseret dalam soal Pilgub DKI Jakarta sampe urusan demo 411 & 212. Pemberitaan Metro TV yang katanya nggak berimbang, sistem rekrutmen yang konon meminggirkan kaum muslimin, dan framing pemberitaan yang kabarnya juga memojokkan umat Islam turut pula menggerakkan sentimen ini. Puncaknya dalam aksi 212, reporter Metro TV diteror sedemikian rupa.
Bagi saya setiap media punya kebijakan yang berkaitan dengan arah ideologis media yang bersangkutan. Jika Metro TV dianggap Islampobhia karena kebijakannya, maka stasiun televisi lain juga punya kebijakan yang dianggap tidak adil (dari sudut pandang lain) kok. Dari TV One, Global TV, CNN, RCTI, dll, semua punya garis besar aturan yang bersifat ideologis. Contoh kecil, orang NU melamar kerja di Rodja TV dan Yufid TV, apakah diterima? Gombal, lah. Corak alirannya saja berbeda.
Bagi saya nonton tv ya nonton saja acara yang asyik, inspiratif dan saya menyukainya. Di Metro TV, ada banyak acara yang saya nggak suka dan nggak saya tonton, misalnya Metro Xin Wen (wkwkwkw), Economics Challenge, jualan apartemen Agung Sidayu Grup hingga video Tuan Surya Paloh yang sedang berorasi di acara Nasdem. Khusus acara terakhir, saya pernah menyimak pidato si bung jambang ini selama hampir 20 menit, tapi tetap saja nggak paham maksudnya (wkwkwkwk. Ampun pak!)
Selain itu masih ada Kick Andy, Mata Najwa, 360, dan Eagle Documentary Series. Beberapa acara ini bagi saya masih menarik, informatif, dan inspiratif. Melalui acara ini, khususnya Kick Andy, saya melihat sisi lain manusia Indonesia: yang bekerja dalam sunyi membantu sesama, melestarikan alam, pendidik yang tegar, penyandang difabel yang inspiratif, dan manusia-manusia keren lainnya. Saya yang terlanjur sumpek melihat perdebatan tjap tahi koetjing soal agama dan politik, berita soal ruwetnya DPR, dan berbagai skandal pejabat, mencoba melepas penat dengan menonton Kick Andy. Selalu ada harapan setelah menonton acara ini: bahwa masih banyak orang-orang baik di negeri ini, kecuali saya dan anda (mungkin).
Di harian Kompas--yang juga dicap islampobhia-- pada rubrik SOSOK, yang disajikan saban hari, saya juga membaca kiprah orang-orang Indonesia yang hebat dan inspiratif. Pelestari batik corak lokal yang nyaris punah, penerjemah aksara lokal yang tak lagi populer, bidan di kawasan pelosok, dokter kaum miskin, pendidik kaum difabel di kawasan minus, pelestari plasma nutfah tumbuhan asli Indonesia, petani independen, pendamping ODHA, penemu teknologi terbaru, tukang parkir yang mendirikan TPQ dan taman baca rakyat, sopir bis yang mendirikan madrasah di pelosok, penjaga alam, penyelamat pesisir, dan manusia baik lainnya.
Dari sini, saya bercermin, masih banyak orang-orang baik di negeri ini. Yang tidak baik adalah saya dan (mungkin) anda yang selalu ngedabrus dan eyel-eyelan memperdebatkan sesuatu yang sama sekali tidak substantif dan tidak nyata.
Anda boleh tidak sepakat mengenai metro tv dengan saya. Silahkan, boikot juga monggo. Toh, Tuan Surya Paloh masih asyik berpidato ke sana kemari, muter-muter bahas ini itu di acara Nasdem sambil diliput stasiun tv-nya, lalu pendengar mulai menggerutu sambil bertepuk tangan masygul, "Bapak ini ngomong apaan sih pak?"
Ditulis Oleh "Rizal Mumazziq Z"
Posted by Penerbit imtiyaz,http://imtiyaz-publisher.blogspot.com/ Penerbit Buku Buku Islam

No comments:
Write comments
'; (function() { var dsq = document.createElement('script'); dsq.type = 'text/javascript'; dsq.async = true; dsq.src = '//' + disqus_shortname + '.disqus.com/embed.js'; (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(dsq); })();

-

Terbitan




Dgus dur dan sepakbola terbitan penerbit imityaz

ensiklopedia 22 aliran tasawwuf

Hilyah buku cerdas bahasa arab dan inggris

Dari Pesanteren untuk ummat terbitan penerbit imityaz

pengetahuan dasar alqur'an penerbit imityaz



Rasionalisasi Tuhan