24.1.17

PEMBELAJAR DAN PENGAJAR AL-QUR'AN

 

PEMBELAJAR DAN PENGAJAR AL-QUR'AN
Karena pada hari Ahad tidak bisa ikut Haul simbah Kiyai Yasin mBareng, akhirnya pada hari jum'atnya saya putuskan untuk ziyarah ke Maqbaroh Simbah Yasin mBareng terlebih dahulu. Sekalian setelah ziyaroh saya ingin memenuhi undangan Gus Nanal Ainal Fauz untuk ikut ngaji dan tabarrukan pada Syaikh Mahir Hasan al-Munajjid yang mengadakan kunjungan di UMK. Setelah membaca Tahlil sederhana, saya dan teman yang menemani pun langsung meluncur menuju UMK untuk ikut ngaji, sampai di sana kami sudah telat, dan akhirnya hanya bisa ikut season yang kedua, yakni setelah sholat Jum'at nanti.
Sholat Jum'at kali ini pun nampak beda dari biasanya. Sebab yang menjadi Khotib dan Imam adalah seorang Arab asli yang tentunya lahjah dan kefasihannya pun juga berbeda dari orang jawa pada umumnya. Ya itung-itung menostalgiakan telinga yang sudah lama tidak mendengar bahasa Arab dari lisan orang Arab langsung. Tapi bukan berarti saya ke-Arab-araben lo ya, hehehe.
Setelah Jum'atan selesai di mulailah kajian yang kedua dengan tema al-Qur'an dan tajwid. Dan tema ini berdasarkan permintaan dari Syaikh Mahir al-Munajjid sendiri. Hal ini dikarenakan Syaikh Mahir adalah seorang yang hapal al-Qur'an dengan Qiroah 'Asyroh (10 Qiroah). Dan yang lebih menarik lagi, dalam kesempatan tersebut Syaikh Mahir bukannya membahas masalah Qiroah, akan tetapi beliau memberikan motivasi kepada audiens agar mau menghapalkan al-Qur'an. Dan motivasi itu beliau sampaikan dengan melalui cerita-cerita menarik seputar para Qurro' (ahli membaca dan penghapal al-Qur'an) di dataran Syam. Dan tentunya kita semua tahu, bahwa metode cerita itu adalah salah satu cara paling jitu untuk mempompa semangat seseorang.
** 1**
Pertama kali beliau bercerita tentang Syaikh Ahmad al-Halawani, yakni seorang Ulama ahli Qur'an yang pertama kali membawa Qiroah 'Asyaroh ke dataran bumi Syam. Dulu Syaikh Al-Halawani ini banyak dicaci maki oleh orang-orang awam, bahkan orang-orang yang sudah bisa disebut sebagai Ulama pun juga mencela beliau. Semua itu terjadi sebab Syaikh Ahmad ini tidak segan-segan untuk mengingatkan orang-orang yang salah dalam membaca al-Qur'an sebab mereka tidak menjaga makhorijul Huruf maupun hukum Tajwid yang wajib. Nah saat Syaikh Ahmad al-Halawani dan salah seorang Ulama yang mencelanya sama-sama wafat, tetiba salah satu murid dari Ulama yang mencela Syaikh Ahmad tadi bertemu dengan sang guru dalam mimpi. Spontan sang murid bertanya kepada gurunya:
"Bagaimanakah kondisi anda sekarang?", murid.
"Baik-baik saja", sang guru.
"Lalu bagaimna dengan kondisi Syaikh Ahmad Halawani?", tanya muridnya lagi.
"Beliau ada diderajat paling tinggi di atas sana. Semua itu sebab beliau membenahi bacaan al-Qur'an masyarakat Awam".
Betapa tinggi kedudukan seorang guru yang mengajarkan al-Qur´an--dengan pemahaman yang luas--kepada masyarakat awam dan membenahi bacaan mereka.
**2**
Sekitar 20 tahun yang lalu, salah seorang Muqri' dataran Syam wafat. Beliau adalah Syaikh Husain al-Khottob. Setelah Syaikh Husain al-Khotthob ini selesai di makamkan, ada salah satu dari murid beliau yang bertemu dengan beliau dalam mimpi. Dalam pertemuan tersebut syaikh Husain bertanya:
"Berapa banyakkah orang yang mengiringkan jenazahku?"
"Kurang lebih 1 juta orang Syaikh", jawab si murid.
"Andaikan engkau melihat orang-orang yang menyambutku di depan sana, niscaya kau akan melihat lebih dari 1 juta sosok yang ikut datang menyambutku", kata Syaikh Husain.
Ya, malaikatlah yang menyambut kedatangan Jenazah beliau. Semoga kita mencintai al-Qur´an sehingga bisa memperoleh sambutan hangat dari para malaikat.
**3**
Kisah ketiga ini adalah tentang Syaikh Muhammad Syukkar ad-Dimasyqi, yang tak lain adalah guru syaikh Mahir Munajjid sendiri. Beliau berkisah bahwa saat Syaikh Syukkar Wafat, ada seorang Wanita yang bermimpi melihat Syaikh Muhyiddin Ibnu Arobi bersama dengan orang banyak sekali. Karena kebungungan, wanita tadi bertanya kepada syaikh Ibnu Arobi:
"Ada apa ini, kenapa di sini ada banyak orang berkumpul-kumpul?"
"Kami akan kedatangan tamu agung pada malam ini", jawab Syaikh Ibnu Arobi.
Dan ternyata memang benar, pada malam itu juga dan pada waktu yang sama dengan mimpi wanita tersebuta, Syaikh Syukkar yang merupakan salah satu Dzurriyah baginda Nabi wafat. Dan setelah itu, beliau di makamkan di samping makam Syaikh Ibnu Arobi. Syaikh Syukkar juga seorang Muqri'. Dengan di makamkannya Syaikh Syukkar disamping Syaikh Ibnu Arobi, maka seolah-olah beliau bertamu kepada sang sufi Akbar tersebut.
**4**
Dan terkhir adalah kisah Syaikh Abdul Aziz 'Uyunus Suud. Beliau adalah salah satu cucu baginda Nabi yang wafat pada umur yang sama dengan umur baginda Rasul, yakni 63 tahun. Syaikh Abdul Aziz ini memiliki karomah yang unik. Karena wadzifah beliau saat masih hidup adalah membaca al-Qur´an dan mengajarkan bacaannya kepada masyarakat muslim, maka saat wafat pun beliau masih menetapi wadzifah tersebut. Saat beliau wafat, Syaikh Aiman Suwaid bermimpi bertemu beliau. Lalu Syaikh Aiman bertanya:
"Apa yang dilakukan oleh Allah kepada anda Syaikh?"
"Aku meminta kepada Allah agar diberi umur yang lebih panjang lagi agar bisa membaca dan mengajarkan al-Qur'an. Maka Allah pun memberikan ijin kepadaku untuk mengajarkan al-Qur'an di alam Barzakh"
Ya, kondisi beliau saat setelah wafat pun sama dengan kondisi beliau saat masih hidup. Dan benarlah baginda Rasul yang mendawuhkan:
خيركم من تعلم القرآن وعلمه
"Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari al-Qur'an dan mengjarkannya"
(Mas Dhiya Muhammad)

ditulis oleh Rijal Mumazziq Z Posted by Penerbit imtiyaz,http://imtiyaz-publisher.blogspot.com/ Penerbit Buku Buku Islam.

No comments:
Write comments
'; (function() { var dsq = document.createElement('script'); dsq.type = 'text/javascript'; dsq.async = true; dsq.src = '//' + disqus_shortname + '.disqus.com/embed.js'; (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(dsq); })();

-

Terbitan




Dgus dur dan sepakbola terbitan penerbit imityaz

ensiklopedia 22 aliran tasawwuf

Hilyah buku cerdas bahasa arab dan inggris

Dari Pesanteren untuk ummat terbitan penerbit imityaz

pengetahuan dasar alqur'an penerbit imityaz



Rasionalisasi Tuhan