15.2.17

Tetaplah berbuat baik

 

Tetaplah berbuat baik!

Masih ingat Aiptu Sutisna? Anggota Satuan Patroli dan Pengawalan (Patwal) Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya ini dulu dimaki-maki dan dicakar oleh pegawai Mahkamah Agung (MA) bernama Dora Natalia Singarimbun. Video yg menjadi viral ini berbuah keberkahan untuk Pak Sutisna dan Istri. Tentu saja semua karena kesabaran yang tinggi saat peristiwa pencakaran itu terjadi. Keberkahan sebab kesabaran inilah yang membawa Sutisna dan Istrinya dihadiahi perjalanan wisata spiritual ke Palestina, Jordan, Madinah dan Mekkah.

Sudah lebih dari sepekan saya mendampingi Pak Sutisna dan istri serta beberapa petinggi di jajaran Polri, saya menyaksikan langsung sosok polisi yang bersahaja dan rendah hati. Pak Sutisna, tak henti-henti bersyukur atas hadiah yang tak pernah diduganya. Saat kejadian dengan Ibu Dora, sama sekali tak terbesit kebencian atau sekedar keinginan membalas kelakuan kasar yang diterimanya. "Saya menduga Ibu itu sedang ada masalah, mungkin saya menjadi target pelampiasan kemarahan." Dan faktanya benar, beberapa hari setelah kejadian, baru diketahui bahwa sang ibu tengah stress berat akibat persoalan rumah tangga yang sangat dilematis (kalau bagian ini diceritakan Anda akan dapat mengerti mengapa kasus Ibu Dora ini juga menjadi berkah bagi Kapolda Metro yg saat itu tengah berharap sidang Ahok dapat dipindahkan dari Gajahmada ke Pertanian. Lho apa hubungannya? 😀 lanjut baca ke bagian kedua yaaa)

Yang jelas prilaku sabar itu menghantarkan keberkahan yang dahsyat, pesan Pak Sutisna dalam obrolan dengan saya saat di pelataran Masjidil Aqsha, "tetaplah berbuat baik bukan karena berharap sesuatu tetapi karena tuhan memang senang bila hambaNya berbuat baik. Tulus saja."

Pesan penting ini segera menjadi catatan saya, "Tetaplah berbuat baik!." Dan Pak Sutisna berhasil "memaksa" saya untuk mmperhatikan detail tindak tanduknya selama berhari-hari berjalan bareng. Sungguh saya banyak belajar dari beliau, belajar bagaimana bersikap nothing to loose, ikhlasin ajaaaaa 😊

Kasus Dora Berkah buat Kapolda

Sehari sebelum kejadian, Kapolda tampak pusing kepala, bagaimana tidak, usulannya agar sidang Ahok yg akan digelar di Pengadilan Jalan Gajahmada dipindahkan ke Aula Departmen Pertanian, ditolak oleh Mahkamah Agung. Menurut Kapolda, gelar sidang Ahok di kawasan Gajahmada terlalu rentan, bukan hanya dekat kawasan pecinan, tetapi juga dengan Istana, apalagi masing-masing kelompok (Ahok dan GNPF) mengklaim akan mendatangkan massa dalam jumlah besar. Kapolda berharap ada keajaiban yang bisa menyelesaikan masalah ini.

Dan pagi itu, di sekitaran jalan Jatinegara, di tengah arus lalu lintas Jakarta yang macet, seorang petugas polisi tampak sibuk mengatur ketertiban jalan raya. Sekonyong2, tanpa ia sadari sebuah suara keras nan kasar mampir di telinganya, kata-kata kasar itu menyebut dirinya menghalangi mobil sang pengendara yg hendak mengambil jalur busway, merasa terganggu dengan suara tersebut, petugas polisi bernama Sutisna itu menolehkan pandangan, ia melihat seorang Ibu sedang menunjuk-nunjuk dirinya seraya terus mengomel tiada henti, Sutisna menghampiri sang pengendara, dan belum sempat ia bertanya, suara sang ibu memborbardir dirinya layaknya Firza mengadu kepada Kak Ema. Eh 🙈

Sang Ibu yang kemudian diketahui bernama Dora, memaki Sutisna dan mengumpatnya . "'Iya elu bego, enggak punya otak, tolol', semua kata-kata kotor keluar dari mulutnya si ibu," kata Sutisna menyebutkan makian Dora. Sutisna lalu ke depan mobilnya untuk memfoto pelat nomor mobil yang dikemudikan Dora. "Saya ke depan bermaksud dokumentasikan pelat nomor dia untuk foto, dia main ambil HP saya," sambungnya. "Setelah ambil HP saya dia bilang "saya orang Mahkamah Agung, handphonemu saya sita, nanti kamu ambil di Mahkamah Agung". Kalau ibu mau ambil silakan ambil saja, orang HP saya jelek," katanya. Dora tambah emosi dan mengejarnya. Di jalur busway Dora menarik seragam Sutisna untuk meraih kunci mobil yang dipegang Sutisna, hingga rompinya rusak dan tanda kepangkatan Sutisna copot.

"Setelah dia puas mukulin saya, saya sempat ngomong, "ibu sudah puas maki-maki saya, marahin saya, mukulin saya, kalau memang sudah puas silakan. Tapi kalau belum puas silakan, saya tidak akan melawan sedikit pun, silakan ibu lampiaskan emosi ibu, kekecewaan ibu sama polisi cukup sama saya saja jangan ke orang lain," beber Sutisna.

Tapi bukannya berhenti, Dora, menurut Sutisna kembali memukuli dia. Sutisna lantas menenangkan Dora hingga akhirnya Sutisna menyerahkan kembali kunci mobil tersebut kepada Dora.

"Mungkin sudah capek, mukulin saya dan saya juga tidak mau melawan akhirnya ibu sudah puas kalau sudah puas dan merasa sudah tenang jiwa ibu, ini kunci saya kembalikan. Akhirnya kunci saya kembalikan," terang Sutisna. Setelah kunci mobilnya dikembalikan, Dora pun pergi meninggalkan Sutisna. Saat itu, handphone milik Sutisna yang masih dia pegang, dibuang ke jalur busway.

Kejadian yang sempat direkam oleh teman sejawatnya, segera menjadi viral setelah diupload ke youtube, dan hari itu pula, Sutisna menjadi buah bibir dan trending topics di lini masa sosial media. Berita ini segera menyebar dan sampai ke telinga Kapolda. Kapolda yang mengetahui hal ini melibatkan salah seorang staf Mahkamah Agung segera menyadari inilah keajaiban yang sedang ditunggu-tunggu, segera Pak Kapolda menelpon Sutisna yang siang itu sedang melakukan visum di RS Polri Kramatjati.

"Anda menyelematkan saya, terima kasih atas kesabaranmu yaa semoga menjadi contoh bagi yang lain, besok pagi menghadap ke ruangan saya," demikian suara kapolda di ujung telepon, "siap jendral," sahut Sutisna mantap.

Maka, begitulah, bargaining sidang Ahok segera cair, keesokan harinya, berita di media segera tersiar, sidang Ahok dipindah ke Aula Dep Pertanian, "Jadi betul atas permohonan dari Kapolda dan Kajati DKI, diputuskan pemindahan tempat sidang ke Jalan RM Harsono, Pasar Minggu, di gedung auditorium Kementerian Pertanian," kata Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Mahkamah Agung (MA) Ridwan Mansyur.

Mengapa akhirnya MA mengizinkan sidang Ahok dipindah? Ah. Bagian ini biar jadi konsumsi saya saja, netizen tidak perlu tahu..😀

Hadiah Umroh dan Haji

Saat Kapolda menganugerahi piagam penghargaan atas kesabaran Sutisna, ia juga mengundang jajaran direktorat di Polda Metro Jaya untuk dimintai apresiasi masing-masing atas dedikasi Pak Sutisna. Maka hadiah pertama segera diberikan oleh Dirlantas, lalu menyusul direktur lain, setelah dikumpulkan, sutisna mendapatkan 6x hadiah umroh (bebas dipilih mau kapan saja). Bukan hanya itu, ia juga mendapatkan hadiah sejumlah 10 Ribu USD tunai.

Puncaknya, saat Sutisna diundang oleh Kedutaan Arab Saudi untuk menerima hadiah Undangan Haji di tahun 2017 ini. Allahu Akbar, keajaiban bertubi-tubi dirasakan oleh Pak Sutisna dan keluarga, pihak KBSA bukan hanya memberikan hadiah haji tetapi juga umroh kapanpun beliau mau. 😭

Ortu bervisi Pendidik

Aku bersyukur bisa mendampingi Pak Sutisna dan istri, kami banyak berbincang mengenai kehidupan termasuk pola pendidikan untuk putrinya yang cerdas. Menurut saya, Pak Sutisna itu seorang ayah dengan visi pendidik. Putrinya, seorang mahasiswi di Universitas Trisakti Jurusan Geology pertambangan, meskipun sebelumnya mendapat undangan PMDK di ITS Surabaya dan Universitas Veteran Jogjakarta. Ia tidak ambil karena jauh dari Orang tua.

Semasa SMA, putrinya berkesempatan mendapatkan beasiswa (hanya 7 orang) di SMA PSKD Mandiri, Menteng. Sekedar informasi yaa nama putrinya keren deh; Geovani tresna yanuarida, "saya terinspirasi dari Madam Geovani, menteri kehakiman dari Italia yg terkenal sangat jujur."

Lihat, urusan memilih nama anak saja, Pak Sutisna sangat visioner. So, tidak salah, bila kemudian Tuhan memilih dia sebagai contoh teladan untuk kita belajar dari beliau tentang kesabaran dan visi panjang dalam kehidupan.

Salam Motivasi 🙏
(oleh : KH. Nurul Huda alias Enha Baru)


ditulis oleh Rijal Mumazziq Z Posted by Penerbit imtiyaz,http://imtiyaz-publisher.blogspot.com/ Penerbit Buku Buku Islam.

No comments:
Write comments
'; (function() { var dsq = document.createElement('script'); dsq.type = 'text/javascript'; dsq.async = true; dsq.src = '//' + disqus_shortname + '.disqus.com/embed.js'; (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(dsq); })();

-

Terbitan




Dgus dur dan sepakbola terbitan penerbit imityaz

ensiklopedia 22 aliran tasawwuf

Hilyah buku cerdas bahasa arab dan inggris

Dari Pesanteren untuk ummat terbitan penerbit imityaz

pengetahuan dasar alqur'an penerbit imityaz



Rasionalisasi Tuhan